Semenjak setahun terakhir sebelum lulus kuliah PhD, saya pindah rumah, keluar dari apartemen di dalam kampus. Salah satu yang teringat hingga kini adalah sering masuk kategori warga miskin yang layak dibiayai kerajaan untuk urusan bayar air dan listrik.
Kalau taksalah info, jika tagihan listrik kurang dari RM 20 (Rp 60.000) atau tagihan air kurang dari RM 4 (Rp 16.000) maka akan digratiskan alias dibiayai oleh kerajaan.
TV belum tentu seminggu dihidupin, nyetrika gak hobby, dll alasan sehingga tagihan ya cuma segitu.
Saya rasa ini ide dan implementasi yang bagus untuk masyarakat yang memang miskin, tidak miskin tapi berhemat, atau memang rumah sedang tidak dipakai. Pernah terdengar dan disuarakan ide yang sama oleh pemerintah kita, tapi kalo gaksalah tidak disetujui wakil rakyat. Waduh….. piye tho iki.
Kejadian buruk pernah menimpa rumah saya di Jogja. Karena nunggak 3 bulan, meteran listrik dicabut, padahal memang 3 bulan itu takda yang nempati dan takda yang mengurus, ealah urus lagi, udah ribet, pakai bayar lagi. memang nangsib.
No comments:
Post a Comment