Saturday, May 14, 2011

Kamboja: Bismillah Aman dan Takperlu Uang Riel



Kamboja: Bismillah Aman dan Takperlu Uang Riel
Ada satu keraguan dalam diri saya dan istri sebelum memutuskan jadi-tidaknya berangkat ke Kamboja. Tiket pergi-pulang sudah di tangan, ijin ke atasan juga sudah diurus dan disetujui, tapi tetep masih ragu juga. Masalah keamanan merupakan salah satu kekhawatiran utama, apalagi sekarang sedang hangat konflik perbatasan dengan Thailand. Tapi, itu khan cuma di perbatasan, di kotanya paling adhem ayem aja, begitu cara untuk menghibur diri. Setelah membaca beberapa web/blog orang yang barusan datang kesana, ternyata banyak cerita mereka yang enjoy aja takda masalah berarti. Akhirnya, bismillah, kami pastikan jadi berangkat.

Setelah memutuskan berangkat, barulah kami hunting mata uang Kamboja. Terkait mata uang, gak menyangka urusannya jadi ribet. Mata uang Kamboja adalah Riel, namun mencari money changer di seantero Chow Kit dan Bukit Bintang tak ada yang punya mata uang tersebut. Terpikir olehku, sebenarnya Riel itu bener-bener riil atau imaginer ya? Hehe. Akhirnya saya dapat petunjuk bahwa di Little India mungkin ada. Saya langsung menuju kesana, dan ternyata diantara banyak money changer, hanya satu yang punya Riel, itupun dia hanya punya 3500 riel (nilai sebenarnya, USD 1 = RM 3 = Riel 4000). So, maknanya saya hanya bisa menukar 3 ringgit sahaja untu dapat semua stock Riel 3500 tersebut. (sayangnya, karena belum tahu rate yang sebenarnya, dalam transaksi yang kita lakukan terjadi kesalahan, saya tukar Riel 3500 tsb dengan 30-an ringgit…. untuk pengalaman, pastikan rate yang sebenarnya berlaku sebelum transaksi).

Karena capek urusan cari Riel gak dapat, kami putuskan semua uang saku tukar USD semua saja. Begitu yang akhirnya saya ikuti berdasar pengalaman temen dan juga salah satu blog. Bismillah, bermodal keinginan untuk menambah pengalaman mengambah luasnya bumi Allah, kami terbang ke Kamboja.

Phnom Penh (Cambodia), kami datang…

No comments:

Post a Comment