Wednesday, March 27, 2013

Jadi Penerima Tamu, ternyata diri ini sudah tua

Hari ini pagi sampai malam saya bersama saudara2 yang lain jadi penerima tamu, baru tersadar ternyata diri ini sudah pada level menerima tamu, posisi yang biasanya diisi oleh orang-orang tua, kalo gitu saya dah tua berarti ya ckckck.
Sore lagu-lagu campursari, menangis terharu teringat almarhum bapak suka lagu2 ini, semoga Allah berikan sebaik2 tempat disisi-Nya, amin3x
Kebagian jadi penerima tamu sangat melelahkan tapi juga sekaligus menggembirakan karena tamu banyak banget yang datang, terutama sore hari jelang malam. Alhamdulillah, walaupun di perantauan mas/mbak saya berarti termasuk orang yang punya banyak relasi sosial yang baik.
Malam setelah tamu habis, barulah kita santai menikmati tontonan wayang semalam suntuk. Tapi karena saya gaktahan begadang, jam 22.30 dah gakkuat, tidur deh. 

Tuesday, March 26, 2013

Pertama kali; Ponakan menikah

Ponakan tertua Sri Eko Widowati binti Suparno dan Sigit.

Alhamdulillah lancar pernikahan ponakan pertama.
Menangis terharu saya.

Kami alhamdulillah bisa datang bersama istri, simbok, mas Widodo dan Mas Narto datang siang tadi dari Kuala Lumpur, dari airport dijemput langsung oleh Harry dan Puput.
Ranto dan istri dari Bangka datang dg pesawat besok pg, malam ini tertahan di airport Jakarta
Mas Sar dan istri dari Bangka juga berhalangan hadir karena keterbatasan cuti dan sebagai guru sibuk jelang Ujian Nasional.
Kamti yang sudah punya tiket pp bersama kami (YK-KL-PKU pp) terpaksa gakjadi berangkat karena suami sakit.

Sunday, January 27, 2013


Perjalanan Alhamdulillah lancar, sampai di terminal 2 Phuket dalam pukul 3.45 (6 jam). Terminal 2 khusus untuk bus luar kota (Had Yai, Surat Tani, Bangkok, Pattaya, Krabi, Sungai Kolok, dll).

Untuk kota-kota, kita mesti ke Terminal 1 (khusus dalam pulau Phuket), tapi bus baru ada pukul 6am. Menunggu di terminal, walaupun tak banyak orang tapi okelah, nyaman saja. Ada beberapa sopir tuk tuk menawarkan jasa, tapi karena kami belum punya tujuan mau kemana, kita bertahan saja. Cari map di agen2 taxi/tuk tuk disitu juga gak ada.

Tibalah saat sholat shubuh. Kita pernah dengar komunitas muslim banyak di Phuket, tapi di terminal tsb kita fikir takda tanda2 ada muslim. So, sholat shubuh pun kita gaksempat tanya/cari surau. Saya cari tempat sholat yang sepi di bagian belakang terminal. Pas sholat terdengar adzan shubuh, oo.. Lucunya lagi, tibalah giliran istri saya yang sholat, setelah sujud, istri beringsut meninggalkan sholat karena didekati anjing hehe… pas pulangnya (mau balik ke Had Yai, baru tahu di terminal 2 Phuket ini ada surau di lantai 2, kita sholat maghrib-isya dengan tenang disitu, alhamdulillah). Surau ini kita liat saat kita menuju kaunter penjualan tiket. Kita memang pagi itu langsung beli tiket untuk Phuket-Had Yai besok malam, dapat jam 9.30 THB 376.
Karena ke loket tiket itulah juga, kami dapatkan kaunter informasi dan mendapatkan map Phuket, Alhamdulillah dah gak agak buta lagi tentang Phuket. 


Saturday, January 26, 2013

Libur tahun baru China; HadYai & Phuket (Thailand)

Sabtu 26Jan jam 9.30am naik bus Sri Maju KL-Had Yai RM 50 (dah dibelikan istri jauh2 hari, libur panjang biasanya tiket dah habis terjual).  Nasib kurang baik, sudah pergi pagi pun masih kena efek macet karena cuti panjang Sabtu-Selasa, semua orang meninggalkan KL (apalagi malam tadi kayak ngapa macetnya), juga di beberapa ruas pintu masuk/keluar tol seperti di Ipoh (Perak). Full tol KL-Bukit Kayu Hitam (perbatasan dengan Thailand) ditambah satu jam untuk sampe Had Yai, harusnya 10 jam dah sampe, tapi kami 12 jam.

Turun di agen bus Sri Maju Had Yai jam 8 pm (sama dg WIB, mundur 1 jam dibanding Malaysia). Di agen bus tsb, langsung bisa beli tiket Had Yai-Phuket, cari bus terakhir jam 21.30 harga THB576 atau RM 57.6 (lebih mudah THB10 = RM1), dah include layanan taxi ke terminal bus (sekira 15menit).

Kami diturunkan di agen bus di depan terminal bus HadYai, dan diantar masuk naik bus di dalam terminal pada 9.15pmnd class), takpelah yang penting dapat bus dah syukur, nikmati saja. Had Yai-Phuket taklalu tol, tapi jalan lumayan bagus, jalan sepi (mungkin karena malam).  Bus tingkat, lumayan, tapi kayaknya ini yang harga THB 344 dech (2nd class), takpelah yang penting dapat bus dah syukur, nikmati saja. Had Yai-Phuket taklalu tol, tapi jalan lumayan bagus, jalan sepi (mungkin karena malam). 
 

Thursday, November 8, 2012

Pernikahan Terakhir dari 8 bersaudara

alhamdulillah, akhirnya.... untuk Mas Sarjono dan istri
barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khair....

Penantian panjang telah berakhir, pernikahan terakhir dari 8 bersaudara,
amanat bapak kami satu-per-satu bisa terpenuhi. alhamudulillah

Tuesday, May 22, 2012

Waktu sholat untuk kota Solo bulan Mei



Waktu sholat untuk kota Solo bulan Mei
Shubuh 4.20
Dhuhur  11.35
Ashar 2.55
Maghrib 5.29
Isya 6.41
Setiap kali menjenguk di ICU, salah satu yang sering kami ingatkan atau bapak tanyakan adalah masa sholat. Teringat sangat saat Ahad sore menjenguk beliau, sebelum akhirnya Senin siang meninggalkan kami, melalui gerak bibir beliau bertanya; sudah boleh sholat magrib belum?  Ya Allah, berilah rahmat-Mu yaa Allah, ampuni semu dosa dan terima semua amal ibadah, berikan tempat yang lapang, aman, damai, tentram, di alam kubur dan akhirat nanti. Amin3x

Monday, May 21, 2012

BAPAK......
senin minggu lalu Bapak meninggalkan kami,
hingga kini kesedihan kami belum berlalu, doa kami selalu menyertaimu.
semoga khusnul khatimah.
semoga mendapatkan sebaik2 tempat di alam kubur dan akhirat nanti.
semoga diampuni segala dosa dan diterima semua amal ibadah.
semoga kami bisa jadi anak sholeh/sholihah untuk amal jariyahmu......
amin3x ya Rabbal 'Alamien.....

terimakasih atas perhatian dan doa teman2 semua....
amin3x ya Rabbal 'Alamien

Saturday, April 21, 2012

Bapak Koma

Bercucuran mata ini.....................

Oh Bapak sedang terbaring, koma..............
Pesawat Kualalumpur ke Jogja dan Solo dah jalan, dapat ke Semarang
Walau naik taxi dari Semarang, karena jalan sempit, orang banyak.
Setelah isya baru sampai di RS Solo

Friday, March 30, 2012

Renew Lesen Memandu (SIM)

Alhamdulillah, demikian mudahnya memperpanjang masa berlaku lesen memandu (SIM).
Cukup datang ke kantor pos di manapun seluruh negara, bayar RM30/tahun (saya buat 5 tahun = RM150) plus biaya RM7, tunggu 2 menit beres, SIM baru dah dilaminating. 

Tuesday, January 24, 2012

Daftar haji, dapat tahun 2020 (menunggu 8 tahun)

Inget saat pulkam raya haji, cari info syarat haji di bank BNI dan kantor Depag, kesimpulannya: Daftar haji itu syaratnya mudah, gak ribet, yang penting ada uang 25juta.

Alhamdulillah, hari ini kami berdua sudah mewujudkannya, bahkan gak menyangka adik kami (Vina dan Robert) ikut daftar sekalian.

Proses keseluruhan cukup setengah hari selesai;
1. Puskesmas; test kesehatan dan keterangan golongan darah, sudah ada form khusus untuk daftar haji, bayar @ Rp 20.000
2. Bank Muamalat; buka tabungan @ Rp 250.000 dan bayar @ Rp 25.000.000 untuk dapat nomor porsi. Bawa KTP aja.
3. Depag ; beli map dan foto dll @ Rp 50.000. bawa copy KK 3 lembar, copy akta nikah 3 lembar, copy KTP 5 lembar, dan berkas dari Bank Muamalat.
4. Bank Muamalat; bawa berkas dari depag, Bank menginformasikan/print nomor urut kita dan diperkirakan dapat tahun 2020 urutan tengah.

Peminat haji memang akhir-akhir ini sangat tinggi. Informasi dari Bank, dalam tahun 2011, kuota haji propinsi Jawa Tengah per tahun 29.000 terpenuhi hanya dalam 2-3 bulan saja. Kuota 2020 sekarang dah sampai urutan tengah, sekira 15.000 padahal baru dibuka akhir Desember 2011 (sebulan).

Sederhanya jika dihitung mundur di tahun 2011 (asumsi kuota terpenuhi tiap 3 bulan)
Kuota 2019: oktober-desember
Kuota 2018: July-Oktober
Kuota 2017: April-July
Kuota 2016: Jan-Apr

Kalo begitu caranya, sederhanya kedepan (asumsi 4 kuota-tahun terpenuhi tiap tahun)
akhir 2012 boleh jadi antrian untuk 2024 (menunggu 12 tahun)
akhir 2013 boleh jadi antrian untuk 2028 (menunggu 15 tahun)
akhir 2014 boleh jadi antrian untuk 2032 (menunggu 18 tahun)
akhir 2015 boleh jadi antrian untuk 2036 (menunggu 21 tahun)

walah-walah, bisa2, besuk2 bayi ceprot langsung didaftarkan haji, dapat porsi dah manula.

Sunday, January 15, 2012

Selesai sudah di Spore, balik KL

Pagi kami putuskan pertama ke patung singo merlion, wuih meriahnya saudara2 WNI. Setelah puas, kami rencana mau ke NTU, tapi salah beli tiket, lalu turun di stasiun dekat NUS, benernya searah cuma NTU lebih jauh. Ternyata stasiun saat kita turun bukan dekat dengan NUS, tapi masih jauh, jalan kaki hamper satu jam (Tanya orang katanya 20menit, mungkin jalannya orang kebelit pipis dan dikejar anjing hehe). Tapi yang namanya jalan2, dinikmati aja. Malah baru tahu lewat depan kampus yang besar, Polytechnic Singapore.

Sampai di NUS, foto-foto. Mau naik bus untuk keliling kampus lama sekali, akhirnya diputuskan kembali, naik bus ke stasiun terdekat, naik MRT ke Orchard road. Kita hanya punya waktu 30 menit untuk jalan-jalan, belanja. Riuh rendah wajah dan suara WNI ada dimana-mana, wah yang memenuhi pusat permaianan, hiburan, belanja ternyata memang Indonesian semua.

Tibalah saatnya pulang ke hotel, naik bus, segera naik bus jam3 ke KL. Sudah beli tiket waktu di KL, harga RM60. Alhamdulillah dengan waktu mepet bus nomor 100 akhirnya dating juga membawa kami tiba di Golden Mile Complex 10 menit sebelum jam 3. Syukur Alhamdulillah, gak ketinggalan. Masukkan bagasi, isi immigration card, dikasih air mineral. Tidur. Turun cop imigrasi Spore. Naik bus. Turun cop imigrasi Malay. Tidur panjang. Sampai rumah KL dah jam 10 malam. Makan dan rehat.

Saturday, January 14, 2012

Seharian jalan2

Setelah menjemput adik dkk dari Changi airport (dari Jogja), masukkan semua barang kedalam kamar, kami temankan mereka jalan2. Pertama ke Pulau Sentosa, naik bus 81 ke arah Harbourfront. Disitu mereka foto-foto, lalu kita jalan kaki melalui Boardwalk sejauh 500m (traveler). Masuk pulau bayar SGD 1/orang untuk 24jam katanya.

Teringat, betapa Spore bener2 pinter. 3 tahun lalu Pulau Sentosa belum apa-apa, sedang dibangun, tapi kini tourist banyak banget untuk melihat karya mereka membuat sesuatu menarik dan layak dikunjungi. Dulu kami pernah naik cable car yang kalah jauh dengan Genting Highland, apalagi Langkawi. Tapi kini, akses ke Pulau Sentosa dah bisa dengan cable car, monorail, bus, bahkan boardwalk yang indah dan nyaman. Alhamdulillah, adik dkk yang kuliah di arsitek tertarik dengan bangunan-bangunan yang indah dan cantik. Saya sebagai orang awam juga berpikir, kalo Negara maju membangun maka unsur seni sudah sedemikian rupa dipertimbangkan, kalo di Negara belum maju, jangankan mikir seni, untuk beli besi-batu-bata-semen dll saja harus nyicil tidak bisa sekaligus karena biaya mahal dibandingkan dengan pendapatan.

Di Changi sudah terasa, di Sentosa lebih terasa lagi, bahwa tourist terbanyak Spore adalah WNI dengan mendengar bicara, pakaian, dan wajah mereka. Dunia udah kebalik-balik, Negara miskin seneng berwisata ke Negara kaya, orang miskin mensubsidi orang kaya. Atau mungkin memang orang2 WNI yang memang dari golongan kaya, cuma saya khawatir jangan2 ngumpulin uang beberapa lama hanya untuk dihabiskan sebentar di Spore.

Pusing-pusing, foto-foto di luar Universal Studio (karena kalo masuk dan kesorean rugi), dah merasa capek, kami tinggalkan sentosa naik monorel. Eksplorasi selanjutnya ke Chinatown. Ada kasus: 3 anak lepas, wah pusing dibuatnya. Dihubungi gakbisa, Alhamdulillah bisa di sms: “kembali ke pintu cek tiket stasiun”. Alhamdulillah akhirnya ketemu, bisa belanja di China town dengan tenang.

Sholat maghrib di Masjid deket Chinatown, lanjutkan menyusuri jalan Maxwell, ada tempat maket Singapore, tapi tutup karena dah malem. Menyusuri jalan mencari stasiun MRT, ketemu sts Tg Pagar. Pulang, tidur lelap.

Beach Road Spore

Kita menuju hotel yang telah kita book di jalan Kallang. Sebelum ke hotel (asumsi juga terlalu pagi belum boleh check in), kita nikmati jalan-jalan pagi menyusuri jalan, mencocokkan map dengan kenyataan, memang bener2 kecil, tahu2 dah sampai Masjid Sultan. Kita cari warung makan padang, Alhamdulillah ketemu dua2nya berhadapan di jalan besar sampingnya masjid..

Jalan dikit lagi dah sampai stasiun Bugis, naik MRT turun di sts Aljunied. Jalan kaki mendekati hotel, kok ada pemandangan yang “asyik-asyik” gini, hi…takut. Sampai di hotel, waduh lha kok cuma kayak gini.

Cari hotel di Spore susah banget, maksudnya yang bagus tapi murah. Kita bandingkan malah jauh lebih mudah waktu kita ke Belanda dan Jerman. Kita search paling murah inipun dah dalam SGD80 (awalnya SGD68, tapi tambah charge dan tax jadi 80), dah gitu yah gakbagus lagi, tapi ya dinikmati aja. Kita pesan 3 kamar, yang 2 kamar untuk adik dkk yang akan kita jemput di Changi airport.

Friday, January 13, 2012

Bus tengah malam KL-Spore

Tengah malam jam 12 bersama istri naik bus KL-Singapore, ambil yang harga RM 45, StarMart Express, bagus. Penumpang cuma 4 orang. Selama perjalanan kami berpikir, apa iya cuma 4, takut mampir2, eh ternyata memang sampai hentian di Singapore memeng cuma 4 orang.

Kayaknya ini rekor, hanya 3 jam (jam00-03) dah sampai Johor Bahru. Satu lagi, dah hampir 5 tahun di Malaysia, baru sekali ini naik bus melewati 2nd link (Tuas). Di imigrasi sepi nyenyet, lha iyalah karena memang dini hari. Turun bus bawa semua bawaan, cop keluar imigrasi Malay, lancar. Naik bus, jalan lewat jembatan, masuk imigrasi Spore bawa semua bawaan, cop imigrasi, Alhamdulilah lancer semuanya.

Berharap bus pelan datang lambat, yang terjadi memang terlalu awal pagi. Jam4.30 kita dah sampai di bus stop Beach Road, depan Golden Mile Complex (semua bus dari Kuala Lumpur disitu). Shubuh masih 1.5jam lagi. Duduk sebentar di halte bus lalu ke Masjid Hajjah Fatimah (200an meter), singgah kita disitu sholat malam dan dzikir menunggu Shubuh.

Lepas Shubuh baca Qur’an, di masjid ramai ada bacaan tafsir/hadits saya takpaham karena pakai bahasa India. Jam 7 dah agak terang, menikmati pagi di halaman masjid ad ataman yang luas, sambil kita sarapan dengan bekal yang sudah kita siapkan; Garang asem hati ayam dari KL. Sedapnye.

Wednesday, November 23, 2011

di Kuching Sarawak





Ditugaskan untuk mengikuti Seminar OBEE (Outcome-Based Education Engineering) dan Workshop EAC (Engineering Accreditation Council) di Hotel Hilton Kuching Sarawak. Mengingatkan diriku tahun 2008 pernah ke Kuching berdua dengan isteri.

Agak lupa masalah imigrasi waktu dulu, karena dulu masuk dari Sabah-Brunei-Sarawak, sekarang baru terasa ada yang aneh. Naik flight MAS dari KL tapi mesti cop imigrasi untuk masuk Kuching Sarawak, kayak beda Negara aja. Setelah baca-baca tentang cop ketika masuk KL, memang tertulis permitted to enter and stay in West Malaysia and Sabah (maknanya not included Sarawak), taktahu sejarahnya gimana, rada aneh saja rasanya.

Kami orang yang taat sesuai dengan perintah. Disuruh seminar dan workshop, maka kami hanya ikut itu saja, gakpakai piknik2 hehe… kecuali yang deket2 saja, hanya menyusuri pinggir sungan Kuching, nyebrang sungai bayar 50sen. Juga cari oleh2 khas Kuching berupa Kek Lapis, ikan terubok masin, mutiara.

Wednesday, October 26, 2011

Penyetaraan Ijazah Luar Negeri ke Dikti






Naik Kereta api Jogja-Jakarta pp Rp 500.000, benernya kalo milih hari cari tiket pesawat harga segitu lebih cepat dan lebih tidak capek. Berangkat bersama Mbak Inayati (UNS Solo) dari Stasiun Tugu Jogja, sedangkan di dalam kereta dari Surabaya telah menunggu Pak Kurniawan (Univ Trunojoyo Madura).

Alhamdulillah kereta api molor (molor tapi seneng karena gak kepagian), sampe stasiun Gambir Jakarta jam 7 pagi. Langsung naik taxi ke Dikti bayar sekira 60.000.
Urusan penyetaraan Ijazah Luar Negeri ada di Gedung B Lantai 7.

Syarat yang harus dibawa:
1. Ingat: Pelayanan hanya hari Senin-Kamis jam09-14
2. Ingat: daftar online dan baca syarat dan prosedur di www.ijazahln.go.id
3. Ijazah asli dan copy S3 (bahasa Inggris dan bahasa Melayu; bahasa internasional dan bahasa asal), asli dikembalikan langsung
4. Transkrip asli dan copy s3 (bahasa Inggris dan bahasa Melayu; bahasa internasional dan bahasa asal) , asli dikembalikan langsung
5. Ijazah asli dan copy S2 (atau setingkat dibawahnya yang akan disetarakan), asli dikembalikan langsung
6. Thesis asli (dalam bahasa Inggris), asli ditinggal dan diambil bersamaan dengan SK Penyetaraan
7. Paspor asli dan copy paspor selama study dan rincian tanggal keluar-masuk Negara tempat belajar, asli dikembalikan langsung
8. Surat keterangan beasiswa/sponsor
Dijanjikan SK siap diambil selesai dalam 3 hari hingga 1 minggu, sila liat website untuk nge-check sudah jadi atau belum. Jika dah jadi boleh diambil sendiri atau diwakilkan dengan bawa surat kuasa bermaterai.

Disitu ketemu seperguruan di UTM, yaitu Pak Dr. Gatot (Unissula Semarang)
Makan tongseng dan sholat dhuhur-ashar di masjid kompleks Diknas. Setelah itu, untuk menunggu kereta api sore/malam, kami jalan-jalan. Ceritanya orang kampung piknik ke kota, naik busway dari halte Pintu Senayan ke bunderan HI, Plaza Indonesia, Grand Indonesia. Kita masuk sana-sini tapi ya cuma liat-liat aja.

Oya, untuk pengambilan, jangan lupa thesis asli diminta lagi bawa pulang. SK penyetaraan di-copy 5x dan minta dilegalisir, karena tidak selesai dalam sehari, titip aja sama petugas untuk mengirimkan ke alamat kita (ganti onglos kirim saja).

Saturday, September 17, 2011

Ipoh-KL



Lanjutkan perjalanan, ke Ipoh pusing-pusing cari hotel, tapi macam takada interest place yang istimewa, akhirnya kita putuskan langsung cari arah KL melewati tol. Melewati pegunungan indah di kiri-kanan. Rehat di hentian Tapah yang terkenal dengan buah-buahan segar beraneka ragam. Makan, sholat. Lanjutkan perjalanan.

Sampai rumah KL dah malam karena pusing-pusing taktahu jalan untuk menuju Kg Baru/Chowkit selepas keluar tol. Tapi Alhamdulillah akhirnya sampai juga dengan selamat. Pagi lanjutkan perjalanan ke Kuantan.

Satu lagi, yang terpenting, syukur Alhamdulillah bersukur padaMu ya Allah, tidak ada masalah yang berarti dengan psikis, fisik dan kendaraan.

Kampus UTP




Sampailah ada bangunan cantik dikiri jalan, ternyata kampus Universiti Teknologi Petronas (UTP) di tronoh, kita mampir, security gak nyegat kita langsung masuk saja. Dulu sempat lewat saja depan kampus naik bus, sekarang masuk dan foto-foto, terutamanya di kompleks canselor.

Teluk Batik




Siang check out dan lanjutkan perjalanan pulang, mampir dulu Pantai Batik yang lumayan ramai untuk keluarga bersantai. Ada juga disitu Muzium Siput. Dah cukup, saatnya lanjutkan perjalan panjang untuk pulang lewat jalan lain yaitu Ipoh (ibukota Perak). Jalan sepi lurus juga, tapi lebih besar dibanding kemaren.

Pulau Pangkor






Pagi nyebrang naik jeti RM 5 seorang, perjalanan sekira 30 menit. Sewa angkot lebih kurang RM 30 pusing satu pulau. Pulau kecil saja, berbukit sehingga jalan naik terjal/curam. Diantara tempat berhenti adalah;
1. Kota Belanda
2. Gallery Pangkor
3. Keropok ikan
4. Klenteng
5. Teluk Nipah

Friday, September 16, 2011

Sabak Bernam Selangor dan Lumut






Rehat semalam di KL, pagi meluncur ke Sungai Buloh-Batang Berjuntai/Bestari Jaya-Kuala Selangor-Sabak Bernam. Lewat jalan biasa, bukan tol. Jalan sepi lurus.

Sholat jumat di Sabak Bernam, banyak pohon pisang di kiri-kanan jalan, mungkin ada industry pisang. Rehat lama di rumah dinas Klinik Kesihatan Sabak Bernam. Disini singgah di tempat praktek rekan istri drg Tjut. Rumah suangat besar, bentuk L dengan satu lajur hanya untuk kamar tapi 5 buah ckck. Jumpa juga janjian dengan dr Dhani dan Dr Marwan, ngobrol dan makan-makan.

Lepas ashar mendung gelap hujan deras menghadang, kami lanjutkan perjalanan ke utara menuju perbatasan Selangor-perak sebentar lagi. Teluk Intan lewat, terus sehingga sampai di Sitiawan, Lumut, Sri Manjung. Dulu saya pernah kesini urusan riset Penyu bersama pak Anton masa kita ambil PhD.

Cari-cari hotel di lumut susah, hampir semua full booked, dapat satu bilik seaview tapi takbagus, tapi okelah untuk rehatkan badan. Malam cari makan dan liat pemandangan malam, ramai pelancong lokal. Esok menatap pagi-pagi nak nyebrang ke Pulau Pangkor.

Thursday, September 15, 2011

Nyetir terpanjang

Kuantan-Kuala Lumpur-Kuala Selangor-Sabak Bernam-Teluk Intan-Lumut-Ipoh-Kuala Lumpur-Kuantan. Total mungkin dalam 1200an km dan bensin hanya dalam rm 150 (lupa gakdicatat detail), yang jelas irit banget.

Dalam rangka cuti 3 hari, Malay Day jumat 16 sept, saya dan istri sempatkan ajak jalan-jalan si kancil. Mungkin ini rute terpanjang yang pernah kami lalui. Salah satu sebab bawa kancil karena tak dapat tiket bus, biasa full booked jika ada cuti 3 hari.
Baru sekali bawa kancil Kuantan-KL, deg-degan kehabisan bensin karena Temerloh-Janda B aik takda stesen minyak. Alhamdulillah, gak kehabisan sampai stesen minyak sedikit sebelum terowong Genting Sempah (sempadan Pahang-Selangor), memang irit betul.

Pemimpin: Tun Dr. Mahathir Muhammad

Hari ini berkesempatan menghadiri satu sesi ceramah dan tanya jawab dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Muhammad.

Beberapa yang tercatat dan teringat adalah:
1. Banyak orang (mungkin karena punya massa banyak, atau bahkan tidak punya pengikut sekalipun), kemudian menginginkan menjadi pemimpin.
2. Tidak semua orang yang punya massa banyak mesti punya kapabiliti untuk memimpin.
3. Resiko terpilihnya seorang pemimpin (jika tidak capable) adalah rakyat yang tidak mendapatkan kemajuan seperti yang diharapkan.
4. Banyak tokoh pemimpin2 negara lain yang bisa dijadikan contoh dalam memimpin (diambil baiknya), terlepas bahwa setiap orang/pemimpin tentu ada sisi-sisi yang tidak baiknya.

Wednesday, September 7, 2011

Orang baikan di Changi

Pengalaman menjumpai orang baik banget di airport Changi Singapore.

Landing dari penerbangan Jogja-Singapore, saya dan istri akan naik van (juga biasa disebut bus) transborder. Van cuma datang pick up dan pergi, di luar-kiri bangunan kedatangan. Jadwal dan rute detail bisa dilihat di www.transtar.travel/crossborder. Sejalan Changi-JB SGD 7, dari JB RM 7. Karena kami belum nukar dollar sing, kami mau ke money changer. Oleh seseorang bapak yang ada di situ, kami berdua dibayarin. Kami bingung, ini calo atau maney changer illegal (su'udhon saya, astaghfirullah, ampuni prasangka kami).

Keburu van berangkat, kami minta penjelasan berapa ringgit mesti kami ganti, dia bilang selamat raya, ini uang raya untuk kalian, takpayah ganti.... bahkan tas kami pun dia angkatkan kedalam van. karena selalu menolak utk nerima, kami paksakan dia untuk terima ringgit kami, lebih-kurang takjadi soal...

Masih terheran-heran, kok baikan banget ya orang itu.... Semoga Allah yang membalas kebaikan dia. Terima kasih Pak.

Wednesday, August 31, 2011

Idul Fitri



Suasana lebaran idul fitri 2011 di Kertek, Wonosobo.

Setelah sholat ied di depan SD, kumpul bersama segenap keluarga besar di rumah Pakdhe No, makan dan maaf-maafan.

Dilanjutkan keliling ke rumah simbah-simbah bersama-sama konvoi dalam banyak mobil. Terakhir, setelah selesai silaturahmi, setelah kenyang makan disana-sini, sholat sudah, tibalah saatnya pose bersama untuk kenang-kenangan, di Masjid PKU Muhammadiyah Kertek.

Tuesday, August 2, 2011

Warga miskin dibiayai oleh kerajaan


Semenjak setahun terakhir sebelum lulus kuliah PhD, saya pindah rumah, keluar dari apartemen di dalam kampus. Salah satu yang teringat hingga kini adalah sering masuk kategori warga miskin yang layak dibiayai kerajaan untuk urusan bayar air dan listrik.

Kalau taksalah info, jika tagihan listrik kurang dari RM 20 (Rp 60.000) atau tagihan air kurang dari RM 4 (Rp 16.000) maka akan digratiskan alias dibiayai oleh kerajaan.
TV belum tentu seminggu dihidupin, nyetrika gak hobby, dll alasan sehingga tagihan ya cuma segitu.

Saya rasa ini ide dan implementasi yang bagus untuk masyarakat yang memang miskin, tidak miskin tapi berhemat, atau memang rumah sedang tidak dipakai. Pernah terdengar dan disuarakan ide yang sama oleh pemerintah kita, tapi kalo gaksalah tidak disetujui wakil rakyat. Waduh….. piye tho iki.

Kejadian buruk pernah menimpa rumah saya di Jogja. Karena nunggak 3 bulan, meteran listrik dicabut, padahal memang 3 bulan itu takda yang nempati dan takda yang mengurus, ealah urus lagi, udah ribet, pakai bayar lagi. memang nangsib.

Friday, July 29, 2011

Tak enak menjadi pesakit



Gak mau ke dokter, takut…. Itulah salah satu sifat baikku hehe.
Sedemikian takutnya sejak kecil takmau jika disuruh untuk periksa atau berobat ke dokter. Takut disuntik. Hi… ngeri. Atau kalau diperiksa ntar takut dibilangin sakit ini-itu yang malah membebani pikiran.

Tapi untuk kali ini saya mesti beranikan diri ke dokter, dipaksa istri. Tapi dengan syarat yang meriksa dan mengobati istri sendiri, gak mau diperiksa dokter lain, pun gakmau ada asisten disampingnya. Pun demikian masih ketakutan dengan wajah garang dokter satu ini. hi... mau lari aja...

Salah dua alasan takut ke dokter adalah khawatir kalo diperiksa ntar ketahuan banyak penyakit, padahal saya merasa semua sehat-sehat saja takda keluhan. Bahkan sakit flu-batuk pun suangat jarang, Alhamdulillah. Ada 2 dari 3 tips yang kupegang; 1. Makan cukup, 2. Istirahat cukup, 3. Minum obat jika sakit (yang ini saya gakmau). Bahkan kalo terpaksa ke dokter misalnya, dikasih obat sebanyak/sedikit apapun takkan kupakai.

Sunday, June 26, 2011

Pelajaran: Menikmati Peran

Terbang Jogja-KL kali ini ada yang berkesan bagi diriku.

Duduk disamping kiri ada ibu muda yang energik dan sopan. Lepas landas usai, ibu tersebut menyapaku dan mengajak bercerita dengan ramah. Pun, sebelah kananku pun diajak bicara juga (yang gak nyangka, sebelah kanan saya juga Jawa, lulusan SMEA tapi pinter bahasa Inggris, dah 11 tahun di Malaysia).

Gak mengira ternyata si ibu yang belum genap 40 tahun tersebut adalah seorang PRT di Malaysia, sudah 7 tahun, cerdas, isi imigration card berbahasa Inggris juga demikian cak-cek. Anaknya sudah mau kuliah di akademi kebidanan. Subhanallah.... semua demi pendidikan anak, dia rela kerja di luar negeri..

Satu lagi yang berkesan ketika dia bercerita: "ketika di Malaysia kangen dengan anak-anak saya di Indonesia, ketika di Indonesia pun saya juga kangen dengan anak-anak di Malaysia". Sedemikian dia menganggap jadi PRT bukan sekedar bekerja pada satu keluarga, tapi sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut untuk berbagi kebahagiaan. Demikian pula, keluarga majikan juga sudah menganggapnya menjadi bagian keluarga, dan diberikan otoritas dalam menjaga dan membimbing anak-anaknya. Betul-betul semua bisa menikmati peran dengan baik.

Terimakasih bu, telah memberikan satu cerita baik tentang ibu dan menjadi pelajaran berharga.

Tuesday, June 14, 2011

Renew Roadtax

Alhamdulillah, sedemikian mudahnya renew Roadtax kenderaan.
Cukup datang ke kantor pos dimanapun diseluruh negara, 10 menit beres, selesai dapat roadtax baru dan insurance baru untuk setahun kedepan.

Sunday, May 15, 2011

Saturday, May 14, 2011

Tepi Tonle Sap river

Tepi Tonle sap river

alun2 dan istana

alun2 dan istana

National museum

National museum

central market, tempat beli oleh2

central market, tempat beli oleh2
angkor phnomp

City Centre Hotel (Phnom Penh)




Hotel yang sudah kami booking adalah City Centre Hotel dengan tariff yang murah USD28/night. Di website kelihatan besar, di tengah Phnom Penh sebagai ibu kota Negara Kamboja. Ternyata masuk jalan kecil dan hotelnya tidak sebesar yang kami bayangkan. Namun saudara-saudara, walaupun kecil tapi bagus, petugas ramah banget, hotel kecil tapi pelayanan kayak hotel berkelas. Dah gitu, kamar juga lengkap dengan AC, TV, water heater, dan yang paling menarik adalah disediakan PC untuk internetan gratis, ckckck.

So jika anda mau menginap dengan harga murah tapi bagus, bolehlah saya rekomendasikan. Alamatnya No. 77-79, Street 130, Sangkat Phsar Chas, Khan Daun Penh, Phnom Penh. Bisa dicari di internet dan boking lewat Agoda, 200 m dari Tonle River, 500 m dari Central Market, 1km dari alun-alun/istana raja. Cerita menyenangkan terkait dengan pelayanan hotel ini sangat banyak sehingga akhirnya kami booking lagi. Kami bercerita mau ke Siem Reap, dia carikan bus dan didapatkan tiketnya diantar di kaunter, ntar ke bus akan dijemput dari hotel. Mau pergi ke airport atau jalan2, dicarikan taxi atau tuk-tuk sesuai keinginan kita. Bagusnya lagi, sekitar 100 m ada warung makan halal Malaysia: Malaysia Restaurant, No. 57, Street 13, Phsar Chas District Khan Doun Penh, Phnom Penh.

Setelah istirahat sebentar di hotel, tibalah saatnya kini menjelajah kota Phnom Penh.

Welcome to Phnom Penh, Cambodia




Sekira 1.5 jam perjalanan, tibalah saatnya landing di Phnom Penh Airport, Cambodia. Pagi airport “berkabut” debu, setelah sebelumnya melihat pemandangan di bawah yang seolah datar semua, tampak dimana-mana hamparan luas sawah kering, demikian juga jarang tampak rumah2 penduduk.

Di airport, merasakan betapa tidak enaknya karena diplomasi Negara Indonesia lemah atau apa masalah sebenarnya saya gaktahu. Jika warga Malaysia langsung mendapat cop imigrasi, WNI mesti mengurus visa on arrival (padahal sesama ASEAN, inget dulu ke Belanda WNI juga mesti urus visa padahal 350 tahun kita dijajah mereka, sedang warga Malaysia bebas visa). Untuk di Kamboja, benernya gakpapa ngurus visa, cuma mbayarnya itu lho yang males hehe, USD 20/orang. Petugas lumayan ramah, wajah-wajah terasa tidak asing, cuma bahasanya asing banget gak paham.

Keluar airport, kami langsung disambut banyak tawaran kendaraan ke pusat kota (airport ke pusat kota Phnom Penh sekitar 30 km). Alhamdulillah, rate standard terhadap layanan kendaraan ini; taxi USD 12 dan tuk-tuk USD 7. Tuk-tuk, itulah kendaraan umum yang banyak dijumpai di Kamboja, kayak becak motor tapi penumpang di belakang. Setelah ambil kenangan foto, akhirnya kami naik tuk-tuk dengan sopir Mr King ke Cuty Centre Hotel di pusat kota Phnom Penh, hotel telah kita pesan via Agoda online sebelum terbang.

Sepanjang perjalanan sekira 30 menit, kami mesti sering-sering memegang dada karena kaged dan takut dengan lalulintas yang kami lalui. Beberapa ruas jalan serasa semrawut dan banyak sangat orang lalu lalang seenaknya, terutama motor dan tuk-tuk. Tapi seperti di Indonesia, akhirnya munculnya kearifan lokal; kuatkan toleransi karena tuntutan keadaan. Tapi jalan longgar dan mobil bagus banyak juga lho. Untungnya, sopir tuk-tuk kami baik dan ramah banget sehingga kami agak bisa menguasai keadaan.

Mr King banyak ngajak bicara, bahasa Inggrisnya bagus. Dia meyakinkan kami; di Kamboja jangan takut, kami sangat menghormati wisatawan, oleh kerajaan kami terutama sopir tuk-tuk telah diberikan kursus bahasa dan cara menyambut wisatawan sehingga nyaman di Kamboja, tak boleh menipu bayaran atau tujuan, dll. Alhamdulillah, tenanglah diri kami mendengarnya. Di perjalanan pula, dia menceritakan keluarganya, konflik Kamboja-Thailand, pengetahuan dia tentang Indonesia, dan taklupa dijelaskan apa-apa yang kita lewati; University, institute, rumah sakit bantuan Jepang, supermarket habis kebakaran, pasar, komplek militer, interest place, dlsb.

Kamboja: Bismillah Aman dan Takperlu Uang Riel



Kamboja: Bismillah Aman dan Takperlu Uang Riel
Ada satu keraguan dalam diri saya dan istri sebelum memutuskan jadi-tidaknya berangkat ke Kamboja. Tiket pergi-pulang sudah di tangan, ijin ke atasan juga sudah diurus dan disetujui, tapi tetep masih ragu juga. Masalah keamanan merupakan salah satu kekhawatiran utama, apalagi sekarang sedang hangat konflik perbatasan dengan Thailand. Tapi, itu khan cuma di perbatasan, di kotanya paling adhem ayem aja, begitu cara untuk menghibur diri. Setelah membaca beberapa web/blog orang yang barusan datang kesana, ternyata banyak cerita mereka yang enjoy aja takda masalah berarti. Akhirnya, bismillah, kami pastikan jadi berangkat.

Setelah memutuskan berangkat, barulah kami hunting mata uang Kamboja. Terkait mata uang, gak menyangka urusannya jadi ribet. Mata uang Kamboja adalah Riel, namun mencari money changer di seantero Chow Kit dan Bukit Bintang tak ada yang punya mata uang tersebut. Terpikir olehku, sebenarnya Riel itu bener-bener riil atau imaginer ya? Hehe. Akhirnya saya dapat petunjuk bahwa di Little India mungkin ada. Saya langsung menuju kesana, dan ternyata diantara banyak money changer, hanya satu yang punya Riel, itupun dia hanya punya 3500 riel (nilai sebenarnya, USD 1 = RM 3 = Riel 4000). So, maknanya saya hanya bisa menukar 3 ringgit sahaja untu dapat semua stock Riel 3500 tersebut. (sayangnya, karena belum tahu rate yang sebenarnya, dalam transaksi yang kita lakukan terjadi kesalahan, saya tukar Riel 3500 tsb dengan 30-an ringgit…. untuk pengalaman, pastikan rate yang sebenarnya berlaku sebelum transaksi).

Karena capek urusan cari Riel gak dapat, kami putuskan semua uang saku tukar USD semua saja. Begitu yang akhirnya saya ikuti berdasar pengalaman temen dan juga salah satu blog. Bismillah, bermodal keinginan untuk menambah pengalaman mengambah luasnya bumi Allah, kami terbang ke Kamboja.

Phnom Penh (Cambodia), kami datang…

Tuesday, May 10, 2011

Dipukul orang

Takut, sangat takut, sehingga menangis, yah begitulah yang saya alami ketika diri ini yang takpernah berkelahi tiba-tiba dipukul oleh seorang lelaki dewasa 40an tahun, lebih takut lagi yang mukul adalah orang yang tinggal persis di depan rumah. Dalam pikiran saya, kita ketemu setiap hari, lha kalo setiap ketemu mukul, habislah saya.

Ceritanya, saat saya baru menempati rumah baru, di perumahan baru (60 rumah) dengan hanya 15-20 rumah yang sudah dihuni. Saya tinggal seorang diri sejak seminggu lalu (teringat dulu 2005 saya yang masih bujang juga pernah jadi penghuni pertama selama sebulan di perumahan baru di Jogja aman-aman saja). Minggu lalu sudah kenalan dengan depan rumah tersebut, orangnya baik-baik saja. Minggu kedua, sore menjelang magrib, saya masuk rumah yang belum memiliki pagar dan garasi tsb. Saya masukkan beberapa barang belanjaan kedalam rumah.

Ada barang tersisa berupa beras 5kg yang masih ada di mobil, akhirnya saya keluar rumah untuk mengambilnya. Terlihat, orang depan rumah juga keluar dari pintu rumahnya. Sebagai tetangga, saya lambaikan tangan dan salam persahabatan karena lupa namanya hanya dengan kata “Bang”. Tak disangka, dia teriak-teriak seperti marah sangat dengan saya (takpaham marah karena apa, takpaham apa yang dia ucapkan), serta-merta dengan wajah penuh amarah dia lari mengejar kea rah saya dengan posisi siap memukul dengan sekuatnya.

Saya yang kaged dan tak paham masalah sebenarnya, takut dan bengong, ada apa ini… pukulan melayang ke arah wajah saya, syukur alhamdulillah beras 5kg di tangan bisa saya gunakan untuk tameng. Takpuas karena gak kena, dia semakin marah. Saya berusaha untuk menanyakan ada masalah apa sebenarnya, tapi dia gak tahu ngomong apa ditambah wajah garangnya yang dia perlihatkan. Saya semakin takut, dia beralih memegang kap mobil seperti mau mengupasnya dan melemparkan ke saya. Saya yang semakin takut, akhirnya lari meninggalkannya, nasib baik dia tak terus kejar saya.

Saya lari ke tetangga kiri rumah, selang 2 rumah ada beberapa orang perempuan Medan, ya baru sekali ketemu itu. Satu blok di jalan tersebut ada 24 rumah, tapi yang terisi baru 4 rumah (saya dan kiri tsb, depan dan kanannya selang 1 rumah), jadi praktis tak ada yang tahu kejadian tersebut kalo saya tak menuju ke orang Medan tsb. Saya ceritakan kepada mereka, mereka kaged dan turut prihatin, tapi mereka juga tidak kenal dan ikut takut juga.

Kejadian selanjutnya, setelah saya berani masuk rumah karena yang mukul dah balik, pemilik rumah dan anaknya datang setelah saya telpon. Kemudian dia cari keluarga depan rumah yang katanya juga tinggal takjauh dari situ. Kemudian ada 3 temen datang atas permintaan kawan lain yang dimintai tolong istri. Kemudian barulah kelegaan muncul, bapaknya orang depan rumah datang ke saya, meminta maaf dan mengatakan bahwa anaknya memang kadang kumat, tak sehat jiwanya, dan sekarang dia sudah dipindahkan dari rumah tersebut ke tempat yang lain untuk seterusnya. Alhamdulillah kekhawatiran2 ke depan akhirnya sirna walaupun tidak seketika, terbayang2 wajahnya …. hiii takuuut kalo mengingatnya.

Friday, April 1, 2011

Setelah S3, Sunardi bercerita di www.paksunar.blogspot.com ini.

Sunargm ya Sunardi.

Terkait cerita;
Kenangan masa lalu di www.sunardiyasunargm.blogspot.com
Jalan-jalan sambil S3 di www.sunargm.blogspot.com
Sekarang bercerita lagi di www.paksunar.blogspot.com